Bangkok, 4 Februari 2013
Pagi itu Harapan, dan Sore itu Kebersyukuran !. Ya, saya percaya itu. Coba lihat pada setiap langkah dan punggung orang-orang sekeliling di pagi hari, semua mengandung harapan walau dengan kadar yang berbeda. Mengamatinya sungguh menyenangkan, dan dari situlah Ritual Menikmati Pagi bermula.
 |
| kopi, pagi, ransel, senyum mentari |
Pagi itu, dengan mata yang masih sangat berat akibat kantuk yang belum tuntas, saya menjalani ritual 'menikmati pagi' di teras hostel yang sangat cantik. Di balik rimbunnya deretan tanaman pot di teras, mulai terpampang kemacetan kota Bangkok. Kantuk, macet, dan matahari pagi yg terasa menggigit, mengurungkan niat bergegas menyusuri sungai chao phraya sesuai jadwal hari itu. Untungnya kopi pahit dari cangkir mungil di hadapan saya mulai memberikan reaksi positif mengusir kantuk.
Kali ini tatanan meja- meja vintage di teras mencuri perhatian saya lebih. Warna cat turquoise nya yang pudar, lukisan bunga kamboja di atas meja, berpadu dengan lantai kayu dan tatanan pot-pot bunga lucu warna terakota, membentuk suasana dan kenyamanan yang berbeda. Tak sadar, kaki mulai bersila di atas bangku kayu yang ergonomis ini. Punggung bersandar nyaman, dan otak mencatat : Pagi 4 Februari 2013 saya nikmati di teras mungil cantik 'Shaphai Pae' Bangkok.